Rabu, 21 Oktober 2020

SOSIALISASI DAN BERBAGI DI YAYASAN BHAKTI, BARADATU.

 


Flayer Kegiatan Sosialisasi dan Berbagi di Yayasan Bhakti Kec. Baradatu

 

Senin, 12 Oktober 2020, Tim SRB Way Kanan melanjutkan kegiatan sosialisasi dan berbagi untuk tahap kedua. Kegiatan kami laksanakan di Yayasan Bhakti, Baradatu yang dihadiri oleh 25 guru dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA.

Kegiatan tersebut kami mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Seperti halnya di sekolah sebelumnya, acara dibuka oleh Ketua Yayasan yaitu Bapak Markus Nur Cahyo, S.Pd. Beliau memberikan motivasi kepada para guru agar dapat mengikuti kegiatan dengan fokus dan sungguh-sungguh. Selain itu, beliau pun memberikan dukungan kepada Tim SRB Way Kanan, Lampung dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi Portal Rumah Belajar dan berbagi pembelajaran TIK. 


Setelah dibuka oleh Ketua Yayasan, kami pun memulai kegiatan dengan menyampaikan materi tentang pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran berbasis TIK. Selain itu, kami pun memaparkan tentang Bimtek PembaTIK. Agar peserta termotivasi dan terinspirasi untuk mengikuti kegiatan PembaTIK tahun depan. Khusus materi tersebut saya yang menyampaikan. Peserta menyambut gembira dan fokus mengikuti materi hingga selesai. Ada rasa bahagia tak terkira melihat peserta antusias mengikuti kegiatan ini.

Selanjutnya materi kedua yaitu tentang Pemanfaatan Model-Model Pembelajaran Inovatif yang disampaikan oleh Ibu Sita. Dengan gaya dan bahasa khasnya, logat Jogya yang masih kental menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta pelatihan. Mereka tampak asyik dan terpesona dengan gaya Bu Sita dalam menyampaikan materi. Di akhir materi, ada beberapa guru yang menanyakan tentang model-model pembelajaran inovatif tersebut. Bu Sita pun menjawab dan menjelaskan dengan lugas pertanyaan para peserta.

Materi terakhir yaitu Tutorial Teknik Pembuatan Media Inovatif Video Pembelajaran. Materi ini selalu ditunggu-tunggu oleh para peserta. Dengan gaya khas anak muda dan semangat yang menyala, Pak Wiratama menyampaikan tutorial bak instruktul nasional. Wal hasil, para peserta dengan fokus tapi asyik mengikuti tahapan-tahapan pembuatan video pembelajaran. Usai materi tutorial, yaitu pukul 12.00 kami pun rehat untuk melaksanakan sholat dzuhur dan santap siang yang telah disediakan oleh panitia.

Tepat pukul 13.00 WIB, kami pun kembali melanjutkan kegiatan yaitu editing video. Peserta telah siap dengan aplikasi Kinemaster yang telah kami bagikan sebelumnya. Kegiatan editing berlangsung lancar dan para peserta pun telah asyik mengotak-atik aplikasi Kinemaster di HP masing-masing. Hanya sesekali ada beberapa peserta bertanya karena belum paham. Kami dampingi para peserta pelatihan hingga usai mengedit videonya.

Pukul 15.30 WIB, kami akhiri kegiatan karena para peserta sudah paham cara dasar mengedit video dengan aplikasi Kinemaster. Selanjutnya, tinggal menambahkan animasi, gambar, teks, musik, dll sesuai dengan kreativitas masing-masing sehingga video pembelajaran akan lebih menarik.

Foto: Peserta Sosialisasi dan Bimtek Pembuatan Video Pembelajaran
 

Selama kegiatan berlangsung, saya terpana oleh salah seorang guru peserta pelatihan. Sejak pagi mengikuti materi hingga akhir kegiatan editing video, ibu guru ini sembari menggendong putra kecilnya yang masih balita. Subhanallah, ada rasa haru yang mengusik dalam dada. Malu dan tertampar hati saya rasanya, sebagai guru ASN bersertifikasi menyaksikan semangat belajarnya dalam berinovasi sungguh luar biasa.  Padahal ibu guru hebat ini masih honorer yang telah empat bulan belum menerima gaji honornya.


 Foto: Salah satu peserta tetap semangat meskipun sembari mengendong balitanya

Semoga, Ibu Guru Hebat ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi guru-guru lain di Way Kanan khususnya dan di Indonesia umumnya. Sebab guru mulia karena karya bukan karena selembar SK atau pun sebuah SERTIFIKAT semata.

 

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar

#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

 

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

COACHING SRB LAMPUNG LUAR BIASA DAN SUKSES

  

 


PembaTIK 2020 dilaksanakan dengan 4 level mengacu pada literasi TIK guru dari UNESCO, yaitu literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Setiap level memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Pada level 1: literasi yaitu pengenalan perangkat TIK dasar, internet bijak, sehat dan aman, internet untuk pembelajaran, aplikasi pembelajaran terbuka. Pada level 2: implementasi yaitu penerapan pembelajaran abad 21, fitur-fitur rumah belajar, pemanfaatan TV edukasi, M-edukasi, suara edukasi, integrasi kelas dengan TIK. Pada level 3: kreasi yaitu media pembelajaran berteknologi digital, pembuatan video pembelajaran, pembuatan multimedia interaktif, dan inovasi pembelajaran dengan TIK. Pada level 4: berbagi yaitu penulisan artikel Rumah Belajar, strategi berbagi, komunikasi efektif pemanfaatan konferensi video.
 
Peserta PembaTIK 2020
 
Level 4 adalah level tertinggi dari kegiatan Bimtek PembaTIK yang juga merupakan tahap seleksi Duta Rumah Belajar (DRB). Pada tahap ini peserta akan melaksanakan kegiatan berupa kuliah umum, kelas daring, coaching, dan terakhir seleksi Duta Rumah Belajar.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada level 4 adalah coaching. Kegiatan coaching adalah pembimbingan terkait materi dan tugas pembaTIK level 4. Pelaksanaan tahun ini adalah secara daring, mengingat negara kita sedang masa pandemi Covid-19, sehingga kegiatan tatap maya menjadi pilihan terbaik. Coaching dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan zoom meeting di setiap provinsiSesuai dengan jadwal provinsi Lampung masuk dalam gelombang 5 bersama Jawa Barat, Kalimantan Timur, NTB dan Sulawesi Tenggara yaitu pada tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober 2020.
 
 
  

Sesuai dengan jadwal, kegiatan pembukaan dilaksanakan secara daring bersama 5 provinsi (Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, NTB, dan Sulawesi Tenggara) oleh Pusdatin Kemdikbud. Ibu Dra. Ohorella Erma, M.Ikom selaku Kepala Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Pusdatin Kemdikbud yang membuka acara coaching PembaTIK level 4 gelombang 5.
 
Dra. Ohorella Erma, M.Ikom Kepala BPMRPK Pusdatin

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan Kebijakan Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran oleh Pusdatin.

Para peserta coaching kemudian dilakukan breakout room provinsi, sehingga para peserta akan masuk di room (kelas) masing-masing berdasarkan provinsi. Setelah masuk di room per provinsi kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Bapak Drs. Zukirman, M.M. Kepala LPMP Lampung. Beliau menjabarkan dengan sangat jelas mengenai Konsep Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Permendikbud no 28 tahun 2016.
 
Drs. Zukirman, M.M. Kepala LPMP Lampung

Setelah itu pemaparan berikutnya mengenai implementasi pemanfaatan TIK di dinas daerah oleh Bapak Medi Sukarna, S.Kom. dari UPTD Balai Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Beliau menyampaikan bahwa dinas daerah Lampung sudah memiliki pelayanan TIK diantaranya berupa Konten Audio dan Streaming (Radio Edukasi), Konten Video dan Chanel Youtube (Layanan BPTP Chanel Youtube), Multimedia Mobile (Kaganga dan Warahan), dan Learning Management Sistem (LMS) Smart School Lampung Berjaya yang terintegrasi dengan Portal Rumah Belajar bekerja sama dengan Pusdatin Kemdikbud.
 


Medi Sukarna, S.Kom UPTD Balai TIK Lampung

Kemudian di sesi terakhir hari pertama hari Kamis, tanggal 8 Oktober 2020 Pendalaman Materi dan Pembimbingan Implementasi TIK untuk Pembelajaran oleh bapak Drs. Bambang Warsita, M.Pd. (PTP Pusdatin) yang memaparkan Tips dan Trik Teknik Penulisan. Beliau menyampaikan bahwa "Hanya Manusia Primitif yang Tak Menulis". Beliau menjabarkan diantaranya mengenai jenis tulisan, bagaimana cara menulis artikel agar menarik dan bermutu, cara menjaga motivasi menulis artikel, dan lain sebagainya dengan jelas dan menarik berdasarkan pengalaman dan ilmu beliau sebagai penulis.

Hari berikutnya adalah giliran para Sahabat Rumah Belajar (SRB) Lampung presentasi mandiri mengenai profil pribadi, pengalaman kerja, portofolio (karya dan prestasi), motivasi menjadi DRB, dan rencana tindak lanjut (action plan). Di hari sebelumnya Bapak Mirwan Saputra, S.Pd.,GR DRB Lampung 2019 telah menyampaikan nomor urut peserta.

Mulai dari SRB pertama hingga terakhir para SRB mempresentasikan profil dirinya masing-masing dan apa saja action plan yang telah dan akan dilaksanakan. Paling utama dari presentasi yang menjadi fokus adalah action plan setiap SRB.Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh "Kepala Sekolah" PembaTIK yaitu bapak Arief Darmawan, S.T.,M.Pd., dari Pusdatin lainnya ada bapak Drs. Bambang Warsita, M.Pd., Bapak M. Shaleh Ayubi dan Bu Desi, kemudian dari LPMP Lampung ada ibu Diana Sari Dj, S.Si., M.T., dan para DRB Lampung; bapak Wahyudi, S.Kom; ibu Yuni Sudiasih, S.Pd.; dan bapak Mirwan Saputra, S.Pd.,GR. Dan seluruh Sahabat Rumah Belajar (SRB) Lampung tahun 2020. Masukan dari para instruktur membuat rencana yang dibuat semakin jelas dan matang. 
 

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar

#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

 

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

BERBAGI DI SDN 1 UMPU KENCANA Kec. Blambangan Umpu : Kepsek & Guru-Guru nya JOSSSS

 


Hari Pertama

Hari pertama (Senin, 5 Oktober 2020), edisi pertama Sahabar Rumah Belajar (SRB) Way Kanan, Lampung siap berbagi. Dengan semangat 45, kami pun berangkat dari Banjit pukul 06.30 WIB. Seperti yang telah disepakati, kami berkumpul di rumah Bu Sita, Baradatu. Tepat pukul 07.00 WIB, kami pun sampai di rumah Bu Sita. Ternyata, Pak I Nyoman Mardawa, S.Pd. M.Pd., Kepala SDN 1 Umpu Kencana, Blambangan Umpu telah menunggu. Beliau mengajak kami berangkat bersama.

Ada rasa “enak ra kepenak” kata orang Jawa. Sudah diundang diberi tumpangan, dan disupiri lagi dan semuanya gratis alias tak berbayar. Ini benar-benar rizeki yang luar biasa bagi kami. Setelah Pak Wira memasukkan motor kesayangannya di teras Bu Sita, kami pun berangkat bersama-sama dengan menumpang mobil Pak Mardawa. Bahagia rasanya, hari ini kami bisa menikmati kenyamanan duduk di kendaraan roda empat. Biasanya kami mengendarai motor matic saja sudah asyik rasanya.

Benar-benar beruntung hari ini kami diajak Pak Mardawa di mobilnya, karena ternyata jarak tempuh perjalanan lebih dari 50 km melewati jalan lintas Sumatera yang berkelok-kelok. Kami nikmati perjalanan dengan bercerita apa saja yang dapat memotivasi dan menginspirasi Bu Sita dan Pak Wira. Kebetulan, di antara kami bertiga sayalah yang paling tua usianya. Bu Sita baru 33 tahun, Pak Wira baru 23 tahun, sedangkan saya sudah 48 tahun. Sesekali bertanya jawab dengan Pak Mardawa tentang sekolahnya.

Lebih dari satu jam perjalanan menikmati alam Way Kanan, kami berbelok ke jalan berbatu. Tak berapa lama kami sampai di Desa Umpu Kencana, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Baru pertama kali saya ke tempat ini sejak 25 tahun lalu tinggal di Lampung.

Sewaktu berbelok ke SDN 01 Umpu Kencana, kami terkagum melihat keindahan gerbang dan jalan masuknya. Gerbang dibuat gapura megah berwarna hijau dengan garis kuning dan merah. Jalan masuk dibuat full paving sehingga terlihat rapi dan indah.

Kami disambut hangat oleh para guru di SDN 01 Umpu Kencana. Mereka semua sangat bersemangat dan humoris sehingga tak lama kami bisa akrab dan berbagi pengalaman.

Sebelum acara dimulai, kami berfoto dan mengambil video bersama di gerbang indah SDN 01 Umpu Kencana. Seru sekali saat pengambilan gambar. Banyak gelak tawa dan gurauan pada saat itu.

Kemudian acara dimulai dengan pengarahan dari Kepala Sekolah, Bapak I Nyoman Mardawa, dan dibuka oleh Bapak Gatot Nurcahyo, pengawas SDN 01 Umpu Kencana, Blambangan Umpu.

Sosialisasi saya awali dengan memotivasi para guru untuk bersemangat dalam belajar TIK dan mengenalkan Portal Rumah Belajar. Para guru di sini masih sedikit yang mengenal Portal Rumah Belajar. Oleh karena itu, saya pun mengajak para guru untuk ikut andil dalam PembaTIK tahun depan.

"Bapak/Ibu yang tahun depan ikut pembatik dan lolos di level 1, 2, dan seterusnya, akan mendapatkan apresiasi dari sekolah," sela Bapak Nyoman menanggapi ajakan saya untuk mengikuti PembaTIK.

Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar riuh rendah. Saya merasakan euphoria luar biasa. Pantas saja guru-guru ini tampak bersemangat dan bahagia, mereka memiliki pemimpin yang luar biasa. Sinergi yang baik memang akan menciptakan sebuah keindahan.

Materi kedua disampaikan oleh Bu Sita, yaitu membagikan pengalamannya dalam menggunakan model-model pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar. Tak lupa Bu Sita pun menyampaikan penggunaan Portal Rumah Belajar ini termasuk dalam bantuan Kuota Belajar yang diberikan oleh pemerintah.

Acara dilanjutkan dengan teori editing video menggunakan aplikasi kinemaster oleh Bapak Wira. Belum selesai beliau menyampaikan teorinya, guru-guru SDN 01 Umpu Kencana ini sudah asyik sendiri mengutak-atik gawai mereka. Sungguh semangat yang luar biasa. Akhirnya, saya, Bu Sita, dan Pak Wira turun langsung mendampingi mereka berpraktik. Kami juga menyediakan green screen dan tripod bagi mereka yang akan mencoba merekam video. 

Acara hari itu selesai pukul 12.00, kami pulang bersama Pak Nyoman kembali ke Baradatu. Di jalan kami mampir ke rumah makan untuk makan siang bersama. Sesampainya di rumah Bu Sita sebagai titik pertemuan, kami pun berpisah. Saya dan Pak Wira kembali dengan motor matic melanjutkan perjalanan pulang ke Banjit. Tak lupa, kami sepakat untuk berkumpul kembali esok  hari di rumah Bu Sita.

Hari Kedua

Di hari kedua ini Tim Sahabat Rumah Belajar Way Kanan berangkat diantar suami Bu Sita menggunakan mobil miliknya.  Satu jam lebih perjalanan kami lalui dengan bercerita dan sesekali bercanda. Tak terasa, kami pun sampai di tujuan tepat pukul 08.00 WIB.

Seperti kemarin, guru-guru hebat SDN 1 Umpu Kencana telah ramai menyambut kami dengan semngat belajar dan berinovasi. Melihat semangat mereka, aku jadi lupa usia. Semangatku pun tersulut untuk berbagi ilmu dan mendampingi mereka hingga bisa membuat sebuah karya berupa media inovatif yaitu video pembelajaran.

Karena hari itu pun ada kegiatan Webinar SRB Lampung berbagi tatap maya melaui zoom, maka Bu Sita mewakili kami untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sementara saya dan Pak Wira melanjutkan pendampingan pembuatan video pembelajaran.

Setelah webinar usai , Bu Sita kembali bergabung dengan kami mendampingi Bapak/Ibu guru SDN 1 Umpu Kencana dalam pembuatan video pembelajaran. Suasana menyenangkan dan penuh semangat selalu terasa dari para guru ini. Lalu, Tim SRB Way Kanan mengajak mereka untuk mencoba zoom virtual meeting yang juga termasuk bantuan kuota belajar dari pemerintah. Bapak/Ibu Guru hebat ini bersorak gembira melihat wajahnya muncul di layar proyektor. 

Akhirnya, kami harus berpisah. Acara diakhiri dengan penugasan. Kami meminta para guru untuk membuat satu video pembelajaran sesuai dengan kelas yang diampunya dan diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan. Tentu saja kami membuat whatsapp group untuk mempermudah koordinasi. Acara ditutup oleh Bapak Sucipto, salah satu guru senior di SDN 01 Umpu Kencana. Kemudian kami pulang kembali ke rumah.

Sungguh pengalaman berbagi yang pertama dan luar biasa di SDN 01 Umpu Kencana ini. Saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah berbagi tidak akan membuat kita kekurangan. Berbagi justru akan membuat kita lebih kaya. Kaya akan pengalaman dan kaya akan pengetahuan. Terima kasih SDN 01 Umpu Kencana telah memberikan kami pengalaman pertama yang takkan pernah terlupa.

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar

#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

 

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

PGRI WAY KANAN MENDUKUNG PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2020

 


Selepas acara tersebut, salah seorang kepala SD meminta kami untuk mengadakan sosialisasi sekaligus bimbingan teknis dalam pembuatan media inovatif berupa video pembelajaran. Setelah rembuk bertiga, kami pun menyanggupi permintaan Bapak I Nyoman Mardawa, S.Pd.M.Pd., Kepala SDN 1 Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu.

Bahagia tak terkira rasanya, kami memperoleh kesempatan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan berbagi. Belum sempat mengajukan proposal kegiatan yang sudah kami siapkan untuk ke sekolah-sekolah yang akan kami tuju, ternyata sudah ada sekolah yang mengundang kami. Alkhamdulillah ya Allah, ini benar-benar rezeki buat kami bertiga, SRB Way Kanan, Lampung.

Semoga, kegiatan sosialisasi dan berbagi kami untuk edisi perdana di SDN 1 Umpu Kencana akan berjalan lancar dan sukses. Aamiin.

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi


DUKUNGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN WAY KANAN



Sesuai dengan  agenda  kegiatan  yang   telah  direncanakan, (Selasa, 15 September 2020) kami menghadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan. Pukul 07.00 WIB kami sudah berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Sengaja berangkat lebih pagi agar tidak kesiangan sampai di sana. Perjalanan ke Kantor Disdikbud Way Kanan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam dari  tempat tinggal kami dengan menempuh jarak sejauh 60 km melalui beberapa ruas jalan yang rusak dan berlubang.                                        

Alkhamdulillah, tepat pukul 09.00 WIB kami sampai di Kantor Disdikbud Kabupaten Way Kanan yang terletak di Kota Blambangan Umpu. Berharap dapat jumpa dengan Pak Kadis, ternyata beliau sedang keluar karena ada acara dengan Bupati Way Kanan. Akhirnya, setelah menanti satu jam kami pun diterima dengan baik dan ramah oleh Sekretaris Dinas yaitu Bapak Raminto, S.Pd.M.Mpd.

Pada pertemuan tersebut, ada tiga hal yang kami sampaikan. Pertama, melaporkan dan menyerahkan surat pengumuman kelulusan PembaTIK dari Kemdikbud. Kedua, kami menyampaikan tentang Portal Rumah Belajar dan PembaTIK Level 4 tahun 2020. Ketiga, kami mohon dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan berbagi ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.

Alkhamdulillah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan melalui Sekretaris Dinas, Bapak Raminto, S.Pd. M.Mpd. sangat mendukung kegiatan sosialisasi dan berbagi yang akan kami laksanakan di beberapa sekolah. Selain itu, beliau juga sangat bangga serta mengapresiasi atas keberhasilan kami mencapai prestasi hingga di level berbagi ini.

Foto: Bapak Raminto, S.Pd. M.Mpd., Sekretaris Disdikbud, Way kanan

 

Hampir empat puluh lima menit kami berbincang tentang Portal Rumah Belajar dan PembaTIK. Sebelum berpamitan kami pun mengajak Bapak Raminto, S.Pd. M.Mpd. foto bersama dan merekam video untuk dokumentasi. 

 Foto: SRB Lampung dari Way Kanan bersama Sekdisdikbud, Way Kanan

Tepat pukul 11.00 WIB kami pun kembali pulang menyusuri jalanan berlubang di tengah terik matahari. Meskipun perjalanan hari ini sangat melelahkan karena harus menempuh jarak lebih dari 100 km pulang pergi tetapi terasa tunai oleh sambutan ramah dan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan. Alkhamdulillah, semoga rencana selanjutnya pun berjalan lancar dan sukses. Aamiin.

 

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 

#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

 


 

Motivasi Menjadi Duta Rumah Belajar 2020

 Ujung tombak keberhasilan pembangunan pendidikan di Indonesia adalah guru. Karena guru merupakan bagian integral dan memegang peranan penting dalam kerangka pembangunan pendidikan Indonesia. Oleh karena itu,  guru diharapkan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kompetensinya. Baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Guru harus  selalu mengikuti program-program yang berkaitan dengan peningkatan kompetensinya. Sehingga guru mampu menjawab tantangan zaman di era millenial yang serba digital. Yaitu era pendidikan 5.0 yang memanfaatkan IT sebagai media dalam pembelajaran.  

Dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi (IT). Perkembangan informasi dan komunikasi teknologi yang semakin masif dan cepat dewasa ini harus diakui telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang sangat besar bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan. Perkembangan dan kemajuan tersebut meliputi metode pembelajaran secara personal, media pembelajaran, atau pun proses pembelajaran.

Salah satu tantangan pendidikan dewasa ini adalah membangun kecakapan abad 21. Kecakapan abad 21 yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu kualitas karakter, literasi dan kompetensi. Untuk itu, pembelajaran abad 21 yang diiterapkan supaya mencakup ketiga kecakapan tersebut. Dengan kualitas karakter yang dimiliki peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berkembang secara dinamis. Selain itu, peserta didik juga harus memiliki keterampilan literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi ini tidak hanya sekadar membaca, menulis, dan menghitung (calistung) tetapi juga  literasi-literasi lainnya. Yang tidak kalah penting juga peserta didik harus mampu menghadapi tantangan yang kompleks di dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, kompetensi yang harus dikuasi oleh peserta didik, yaitu: berpikir kritis (memecahkan masalah), kreatif, komunikasi dan kolaborasi, serta percaya diri (convident).

Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Literasi menjadi bagian  terpenting dalam  sebuah  proses  pendidikan, peserta  didik  yang dapat melaksanakan kegiatan literasi dengan maksimal tentunya akan mendapatkan pengalaman belajar lebih dibanding dengan peserta didik lainnya. Pendidikan Abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan terhadap TIK. Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan di Abad 21 juga merupakan keterampilan berpikir lebih tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)) yang sangat diperlukan dalam mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. (Dit PSMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2017).

            Mengingat  pada  abad 21 akan  terjadi  perubahan yang  sangat  besar pada semua bidang kehidupan akibat dari adanya perkembangan  ilmu  pengetahun  dan  teknologi baik teknologi in-formasi maupun komunikasi serta persaingan global, maka peserta didik dituntut harus memilki keterampilan atau kecakapan abad 21. Oleh sebab itu, di dalam proses pembelajaran juga harus diarahkan untuk pencapaian keterampilan atau kecakapan tersebut. Keterampilan atau kecakapan yang harus dimiliki peserta didik yaitu: kualitas karakter, literasi, dan kompetensi.

            Kualitas karakter adalah bagaimana meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi lingkungan yang terus berubah. Salah satu karakteristik pembelajaran dalam Kurikulum 2013 adalah harus dapat mengarahkan peserta didik untuk memahami potensi, minat, dan bakatnya dalam rangka pengembangan karier, baik di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun karier di masyarakat. Oleh sebab itu, peserta didik harus dipersiapkankan untuk memiliki kualitas karakter yang sesuai dengan tuntutan kecakapan Abad 21, yaitu: iman dan taqwa, cinta tanah air, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial dan budaya, serta memiliki alasan dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan (accountability).

            Kemapuan literasi yaitu kemampuan bagaimana menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari. Gerakan literasi di sekolah tidak lagi menjadi bagian terpisah/berdiri sendiri dalam pelaksanaannya. Aktvitas peserta didik di kelas bersama guru melakukan aktivitas ini guna memperkaya dan memperdalam wawasan  serta  penguasaan materi, sehingga siswa terlibat langsung  tidak lagi hanya bergantung pada guru. Kemampuan literasi yang perlu dikembangkan di ataranya, yaitu  literasi  baca  tulis,  berhitung,  literasi  sains, literasi  teknologi  informasi dan komunikasi, literasi keuangan, literasi budaya dan kewarganegaraan. Kualitas karakter, kompetensi dan literasi tersebut dapat diterapkan melalui pelaksanaan kurikulum (dengan melakukan monitoring dan umpan balik terhadap kurikulum KTSP atau Kurikulum 2013, Kurikulum muatan lokal, atau Kurikulum inklusif yang diterapkan di sekolah masing-masing), proses pembelajaran (pembelajaran abad 21 dan pembelajaran saintifik, dukungan sumber belajar berupa buku-buku paket atau pengayaan yang berbentuk teks dan digital, serta proses penilaian melalui penilaian kelas, penilaian sekolah, dan ujian akhir nasional. Dengan kecakapan abad 21 yang harus dimilki oleh peserta didik maka guru harus menguasai dan mengelaborasi dalam proses pembelajaran yang dikembangkan.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya akan berfungsi sebagai gudang ilmu, media pembelajaran, dan fasilitas pendidikan. Kegiatan pembelajaran sering kurang diminati oleh peserta didik salah satunya dikarenakan guru tidak memanfaatkan media pembelajaran yang menarik. Sehingga peserta didik merasa bosan dan kurang memperhatikan saat guru mengajar. Bahkan, beberapa peserta didik ada yang asyik bercanda dengan temannya sambil berlarian di kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya, peserta didik banyak yang tidak memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Guru yang kreatif adalah mereka yang selalu mencari dan menemukan hal baru (selalu berinovasi) untuk kepentingan meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena, itu guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya melalui pengembangan keprofesian guru berkelanjutan (PKB). Berbagai pelatihan dapat diikuti oleh guru melalui kegiatan yang diprogramkan baik secara langsung tatap muka maupun melalui bantuan media internet (pelatihan online / e-training). Salah satu program unggulan pelatihan tersebut adalah Pelatihan online (E-training) yang diselenggarakan oleh Kemdikbud dan Pusdatin yaitu Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang diselenggarakan setiap tahun. PembaTIK ini memberikan ruang kepada guru-guru di seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuannya dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran secara maksimal. Baik dalam pemanfaatan Portal Rumah Belajar maupun dalam pembuatan media pembelajaran inovatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (daring) maupun tatap muka langsung (luring).

Dalam Bimtek PembaTIK, Kemdikbud tahun 2020 ini membahas tentang media pembelajaran berbasis multimedia. Baik berupa pembuatan video pembelajaran maupun media pembelajaran interaktif (MPI). Media ini merupakan media pembelajaran 4 dimensi audio visual. Tentu saja akan lebih menarik dan lebih memotivasi peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan media konvensional berupa gambar. Bila peserta didik telah termotivasi dalam kegiatan pembelajaran, maka selanjutnya guru akan lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran. Dan peserta didik pun akan lebih mudah menyerap dan memahami materi-materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tahun 2020 ini kembali mengikuti diklat online Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) yang diselenggarakan oleh Kemdikbud dan Pusdatin. Dengan harapan, bisa menjadi Duta Rumah Belajar (DRB) sehingga dapat berbagi inovasi pembelajaran kepada rekan-rekan guru di daerah tempat tinggal penulis. Yakni dengan berbagi langsung cara menciptakan media-media pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik. Sehingga guru-guru di daerah akan terampil memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran secara maksimal.

            Itulah motivasi penulis mengikuti PembaTIK level 4 dan berharap menjadi Duta Rumah Belajar Tahun 2020. Bagi penulis, belajar dan menimba ilmu itu seperti halnya kita menghirup oksigen. Artinya, selagi kita masih diberikan Allah kesempatan untuk bernafas, kita wajib menuntut ilmu. Karena menuntut ilmu itu tak terbatas oleh waktu, long life education, alias “Belajar Sepanjang Hayat”Semoga goresan pena ini dapat memotivasi dan menginspirasi guru-guru di Indonesia untuk selalu menambah wawasan dan meningkatkan kualitas profesinya demi anak-anak bangsa.

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

KADO TERINDAH Dari ALLAH SWT

Hari itu, Senin, 14 September 2020.  Aku memberitahu Ibu bahwa kami berdua lulus Bimtek Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Level 3 dan masuk 30 besar di Level 4, yaitu Level BERBAGI. Tak ku sangka aku & ibu ku dapat masuk ke dalam level 4, yang banyak peserta masih muda-muda dan sangat mumpuni dalam penguasaan TIK untuk pembelajaran. Baik kemampuan mereka dalam pembuatan media pembelajaran berupa video maupun media pembelajaran interaktif (MPI). 

Bahagia tak terkira rasanya bisa mengenakan ROMPI kehormatan dari Kemdikbud Pusdatin. Terlebih tahun ini dapat mengenakan bersama ibunda tercinta. Bagi kami ini merupakan kado terbaik dari Allah SWT, tentu saja bukan suatu hal yang kebetulan. Oleh karena itu, wajib kami syukuri dengan cara terus berinovasi dan berbagi ilmu pengetahuan tentang pemenfaatan TIK yang diintegrasikan dengan Portal Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran. Agar mutu pembelajaran semakin meningkat dan kegiatan pembelajaran semakin efektif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik. Terlebih pembelajaran jarak jauh di masa krisis pandemi seperti saat ini.

Sehubungan dengan hal itu, maka kami berencana untuk berbagi ilmu pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan guru di daerah kami. Kami siap diundang kapan pun untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada mereka. Untuk itu, kami pun berencana meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan. Kemudian juga meminta dukungan dari PGRI Kabupaten Way Kanan. Agar kegiatan yang akan kami laksanakan secara tatap muka berjalan dengan lancar dan sukses.


Agenda kegiatan sosialisasi dan berbagi kami perioritaskan tatap muka karena di daerah kami jaringan internet kurang lancar. Selain itu, rencana kami akan membimbing rekan-rekan guru secara langsung sehingga dalam waktu bimbingan 2 sd 3 hari mereka langsung dapat menciptakan media pembelajaran berupa video atau pun media pembelajaran interaktif. Selain itu, kami pun akan memberikan bimbingan cara memanfaatkan fitur-fitur Portal Rumah Belajar dan cara mengimplementasikan model-model pembelajaran yang inovatif di masa pandemi ini.

Bismillah, semoga kegiatan sosialisasi dan berbagi kami yang sudah kami jadwalkan ini akan berjalan lancar dan sukses. Aamiin ya Allah.

 

*Guru SMPN 2 Banjit, Way Kanan, Lampung

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
#Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia#

#MerdekaBelajar  #NadiemMakarim  #PembaTIK2020 

#pembatiklevel4  #RumahBelajar  #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak  #SRBLampung  #SRBLampungBerbagi

KEGIATAN LAPORAN KEPADA KETUA PGRI KAB. WAY KANAN

            Bertepat pada tanggal 1 November 2021 setelah saya melakukan kegiatan laporan kepada Kepala Sekolah, berikutnya di hari yang sam...